Salah satu perangkat penting dalam sistem videotron adalah video processor videotron. Perangkat ini menjadi penghubung antara sumber gambar dengan sistem LED sehingga konten dapat disesuaikan sebelum ditampilkan pada layar.
Dalam penggunaan event video processor sangat membantu ketika ukuran dan resolusi videotron berbeda dengan sumber konten. Perangkat ini juga dapat digunakan untuk berpindah sumber gambar, mengatur posisi tampilan dan menyesuaikan visual dengan konfigurasi layar.
Karena itu video processor sering menjadi bagian penting pada seminar, konser, konferensi, wedding, gathering perusahaan dan berbagai acara lain yang menggunakan videotron.
Apa Itu Video Processor Videotron?
Video processor videotron adalah perangkat yang menerima sinyal video dari satu atau beberapa sumber kemudian mengolah sinyal tersebut sebelum diteruskan menuju sistem kontrol LED.
Sumber gambar dapat berasal dari laptop, PC, media player, kamera maupun perangkat produksi video lainnya. Video processor kemudian menyesuaikan sinyal tersebut dengan kebutuhan layar yang digunakan.
Sebagai contoh sebuah laptop biasanya mengeluarkan gambar dalam resolusi 1920 × 1080 piksel. Videotron yang dipasang di panggung belum tentu memiliki resolusi fisik yang sama karena resolusinya ditentukan oleh ukuran layar dan pixel pitch.
Di sinilah video processor berperan. Perangkat tersebut membantu menyesuaikan sumber visual dengan area videotron sehingga gambar dapat ditampilkan secara proporsional dan tidak keluar dari area layar.
Baca juga: Refresh Rate Videotron: 1920Hz vs 3840Hz, Apa Bedanya? dan Berapa Resolusi Videotron yang Ideal untuk Sebuah Event?
Bagaimana Posisi Video Processor dalam Sistem Videotron?
Agar lebih mudah dipahami kita dapat melihat video processor sebagai bagian tengah dari sistem videotron. Perangkat ini menerima konten dari sumber kemudian meneruskannya menuju controller LED.
Pada acara yang menggunakan kamera susunannya dapat menjadi lebih panjang. Kamera biasanya masuk ke video switcher terlebih dahulu sebelum sinyal diteruskan menuju video processor dan akhirnya ditampilkan pada videotron.
Artinya video processor tidak menghasilkan konten. Perangkat ini bertugas mengolah dan menyesuaikan konten yang sudah tersedia agar dapat ditampilkan dengan baik pada sistem LED.
Fungsi Video Processor pada Videotron
Video processor memiliki beberapa fungsi yang cukup penting dalam penggunaan videotron. Fungsinya tidak hanya membuat gambar muncul tetapi juga membantu operator mengendalikan bagaimana konten tampil selama acara.
1. Menyesuaikan Resolusi Konten
Resolusi sumber video sering berbeda dengan resolusi aktual videotron. Kondisi tersebut cukup umum karena layar LED dibuat berdasarkan susunan cabinet dan pixel pitch.
Misalnya videotron memiliki resolusi 1536 × 768 piksel sementara materi presentasi dibuat dalam format Full HD. Video processor dapat membantu menyesuaikan gambar agar dapat mengisi area layar yang tersedia.
Tanpa pengaturan yang tepat konten dapat terlihat terlalu kecil, terpotong atau tidak memenuhi seluruh bidang videotron. Karena itu resolusi menjadi salah satu hal pertama yang biasanya dikonfigurasi oleh teknisi sebelum event dimulai.
2. Melakukan Scaling Gambar
Scaling adalah proses mengubah ukuran gambar agar sesuai dengan area layar. Video processor dapat memperbesar atau memperkecil visual berdasarkan konfigurasi videotron.
Fungsi ini sangat berguna ketika sumber konten memiliki format berbeda dengan ukuran layar. Konten dapat tetap ditampilkan dalam proporsi yang sesuai tanpa harus mengubah file aslinya secara manual setiap kali digunakan.
Namun scaling bukan berarti video beresolusi rendah otomatis menjadi sangat tajam. Kualitas sumber tetap berpengaruh sehingga materi dengan resolusi baik sebaiknya disiapkan sejak awal.
3. Mengatur Posisi Gambar
Videotron tidak selalu berbentuk layar persegi panjang dengan rasio standar. Beberapa event menggunakan videotron memanjang atau konfigurasi layar yang mengikuti desain panggung.
Video processor membantu mengatur posisi konten pada area tersebut. Operator dapat menentukan bagian layar yang akan digunakan dan menempatkan gambar sesuai kebutuhan.
Fungsi ini juga berguna jika sebuah desain panggung menggunakan beberapa bidang LED. Setiap area dapat memperoleh bagian visual yang sudah disesuaikan dengan mapping layar.
4. Mengelola Beberapa Sumber Input
Sebuah event dapat menggunakan lebih dari satu sumber video. Presentasi mungkin berasal dari laptop pembicara sementara video pembukaan berasal dari media player dan live camera berasal dari perangkat produksi video.
Video processor tertentu menyediakan beberapa jenis input yang memungkinkan perangkat menerima sumber berbeda. Operator kemudian dapat memilih sinyal mana yang akan diteruskan ke videotron.
Hal ini membuat pengelolaan konten menjadi lebih fleksibel selama acara. Perpindahan sumber dapat dilakukan tanpa harus terus mencabut dan memasang kabel pada layar.
5. Membantu Switching Konten
Beberapa video processor menyediakan kemampuan untuk berpindah antar input. Fungsi ini berguna pada event yang membutuhkan pergantian konten secara cepat.
Misalnya layar sedang menampilkan presentasi pembicara kemudian harus beralih ke video company profile. Setelah itu layar kembali digunakan untuk menampilkan live camera dari panggung.
Dengan konfigurasi yang tepat operator dapat mengatur perpindahan tersebut dari sistem kontrol. Acara pun dapat berjalan lebih rapi dibandingkan jika seluruh perubahan dilakukan secara manual pada kabel.
6. Melakukan Cropping pada Gambar
Cropping digunakan untuk memilih bagian tertentu dari sumber gambar yang akan ditampilkan. Fungsi ini cukup berguna jika rasio konten tidak sama dengan rasio videotron.
Sebagai contoh konten dibuat dalam format 16:9 sedangkan videotron memiliki ukuran yang sangat memanjang. Operator dapat menentukan bagian gambar yang akan digunakan agar visual tetap sesuai dengan desain layar.
Cropping juga dapat digunakan ketika hanya sebagian area dari sumber yang ingin ditampilkan. Namun pengaturannya perlu dilakukan dengan hati-hati agar elemen penting seperti tulisan atau logo tidak terpotong.
7. Menyesuaikan Area Output Videotron
Ukuran fisik videotron tidak otomatis menentukan bagaimana sinyal gambar dibagikan. Sistem tetap perlu mengetahui berapa resolusi output dan area mana yang harus digunakan.
Video processor membantu mengatur output tersebut sebelum sinyal diteruskan ke LED controller. Dengan begitu setiap bagian layar dapat menerima data sesuai konfigurasi yang telah dibuat.
Fungsi ini menjadi semakin penting ketika videotron memiliki ukuran besar atau bentuk yang tidak umum. Kesalahan konfigurasi dapat membuat sebagian konten berada di luar layar atau menghasilkan area kosong.
Video Processor Berbeda dengan LED Controller
Video processor dan LED controller sering dianggap sebagai perangkat yang sama padahal keduanya memiliki fungsi berbeda. Meskipun pada beberapa perangkat modern kedua fungsi dapat tersedia dalam satu unit prinsip dasarnya tetap dapat dibedakan.
Video processor fokus pada pengolahan sumber gambar. Perangkat ini melakukan scaling, cropping, pengaturan input dan berbagai penyesuaian visual sebelum sinyal masuk ke sistem LED.
Sementara itu LED controller bertugas mendistribusikan data menuju receiving card pada cabinet videotron. Controller memastikan setiap bagian panel menerima bagian gambar yang sesuai dengan posisi masing-masing.
Video processor mengatur bagaimana konten akan ditampilkan sedangkan LED controller mengatur ke mana data tersebut dikirim pada layar. Keduanya bekerja bersama agar videotron menghasilkan gambar yang utuh.
Apakah Semua Videotron Membutuhkan Video Processor?
Tidak semua konfigurasi videotron membutuhkan perangkat processor terpisah. Sistem sederhana dapat menggunakan controller yang sudah menyediakan fungsi pengolahan tertentu.
Namun pada event dengan kebutuhan multimedia lebih kompleks penggunaan video processor memberikan fleksibilitas lebih besar. Hal ini terutama berlaku ketika terdapat banyak sumber input atau layar mempunyai resolusi yang tidak sama dengan sumber konten.
Video processor juga lebih relevan ketika event menggunakan presentasi, live camera, video bumper dan berbagai materi yang harus berganti selama acara. Operator dapat mengontrol tampilan secara lebih terstruktur melalui satu sistem. Karena itu kebutuhan video processor sebaiknya ditentukan berdasarkan konsep acara bukan hanya berdasarkan ukuran videotron.
Contoh Penggunaan Video Processor pada Seminar
Pada seminar videotron biasanya digunakan untuk menampilkan presentasi pembicara. Laptop dihubungkan ke sistem video kemudian sinyalnya masuk ke processor.
Video processor menyesuaikan resolusi presentasi dengan ukuran videotron. Setelah itu sinyal dikirim menuju controller dan diteruskan ke seluruh LED module.
Jika acara kemudian menampilkan video sponsor operator dapat mengganti sumber atau materi sesuai konfigurasi yang digunakan. Ketika presentasi kembali dimulai tampilan dapat dipindahkan lagi tanpa harus mengubah susunan panel. Sistem seperti ini membuat perpindahan visual lebih terorganisasi dan membantu menjaga jalannya acara tetap lancar.
Contoh Penggunaan Video Processor pada Konser
Konser memiliki kebutuhan yang lebih kompleks karena videotron sering menampilkan live camera dan motion graphic secara bergantian. Sumber kamera biasanya dikelola terlebih dahulu melalui video switcher.
Output dari sistem produksi tersebut kemudian masuk ke processor sebelum diteruskan menuju videotron. Processor membantu memastikan resolusi serta area output sesuai dengan ukuran LED screen yang dipasang.
Jika panggung mempunyai beberapa videotron operator juga dapat melakukan pengaturan berdasarkan konfigurasi sistem yang digunakan. Setiap layar dapat disesuaikan dengan kebutuhan desain panggung dan konsep visual pertunjukan. Karena itu pada event besar video processor menjadi bagian dari sistem produksi visual yang bekerja bersama kamera, switcher dan LED controller.
Apa yang Terjadi Jika Video Processor Bermasalah?
Masalah pada video processor tidak selalu membuat videotron mati. Panel LED dapat tetap menyala karena power supply serta sistem LED masih mendapatkan listrik.
Namun konten yang ditampilkan dapat mengalami gangguan. Contohnya gambar tidak muncul, ukuran konten tidak sesuai atau input dari perangkat tertentu tidak terbaca.
Beberapa masalah juga dapat berasal dari kabel input atau pengaturan resolusi bukan dari processor itu sendiri. Karena itu teknisi biasanya melakukan pengecekan secara bertahap mulai dari sumber konten hingga jalur output.
Kondisi ini menjadi salah satu alasan mengapa dukungan teknisi penting selama acara. Ketika masalah muncul penyebabnya dapat ditemukan lebih cepat tanpa harus membongkar panel videotron.
Apakah Video Processor Memengaruhi Kualitas Gambar?
Video processor ikut memengaruhi bagaimana sinyal diproses tetapi kualitas akhir tetap bergantung pada banyak komponen. Sumber video, resolusi videotron, pixel pitch dan kondisi LED module tetap menjadi faktor utama.
Jika konten awal memiliki kualitas rendah processor tidak dapat menciptakan detail yang sebenarnya tidak tersedia pada file. Gambar mungkin dapat diperbesar tetapi tetap berpotensi terlihat kurang tajam.
Sebaliknya sumber berkualitas tinggi juga membutuhkan konfigurasi output yang benar. Jika mapping atau scaling tidak sesuai hasil tampilan dapat terlihat kurang optimal meskipun panel videotron dalam kondisi baik. Karena itu kualitas visual sebaiknya dilihat sebagai hasil kerja seluruh sistem bukan satu perangkat saja.
Sudah mengetahui fungsi video processor tetapi masih bingung menentukan sistem videotron untuk acara Anda? Visual Pixel Pro dapat membantu menyesuaikan panel, processor dan kebutuhan teknis berdasarkan kondisi venue serta konsep visual yang direncanakan.
v
View this post on Instagram
FAQ Video Processor Videotron
Apa fungsi video processor videotron?
Video processor berfungsi mengolah sinyal gambar sebelum diteruskan menuju sistem LED. Perangkat ini dapat membantu menyesuaikan resolusi, ukuran gambar, posisi visual dan sumber input sesuai konfigurasi videotron.
Apa perbedaan video processor dan LED controller?
Video processor lebih fokus pada pengolahan sumber gambar sedangkan LED controller mendistribusikan data menuju receiving card pada panel. Pada beberapa perangkat modern kedua fungsi tersebut dapat tersedia dalam satu perangkat.
Apakah video processor bisa membuat gambar lebih tajam?
Video processor dapat melakukan scaling dan penyesuaian sinyal tetapi tidak dapat menggantikan detail yang tidak tersedia pada sumber asli. Karena itu penggunaan file video dengan resolusi baik tetap penting untuk mendapatkan tampilan yang optimal.
Mengapa resolusi videotron berbeda dengan resolusi laptop?
Resolusi videotron ditentukan oleh jumlah piksel fisik pada seluruh panel yang digunakan. Ukuran layar dan pixel pitch membuat resolusinya tidak selalu sama dengan standar 1920 × 1080 pada laptop.
Apakah event kecil tetap membutuhkan video processor?
Tergantung konfigurasi perangkat yang digunakan. Event sederhana dapat menggunakan controller dengan fungsi pengolahan bawaan sedangkan event dengan beberapa sumber konten dan konfigurasi layar kompleks biasanya membutuhkan pengelolaan video yang lebih lengkap.